Hidrogen Peroksida sebagai Pemutih dan Pencerah Kulit

Hidrogen peroksida memiliki kemampuan untuk  memutihkan dan mencerahkan kulit yang banyak terkandung dalam krim pemutih, lotion, atau krim pencerah yang telah banyak beredar di pasaran dan dikomsumsi masyarakat umum.
Hidrogen peroksida memiliki kandungan oksigen yang dapat membunuh bakteri pada kulit sehingga mampu mencerahkan dan memutihkan kulit. menyamaratakan warna kulit, menghilangkan noda, menyamarkan bintik-bintik usia, bahkan bekas luka.

Banyak orang mencari pemutih dan pencerah kulit karena warna kulit yang cerah dianggap lebih menyenangkan dan menarik. Sehingga banyak orang menggunakannya secara berlebihan pada kulit mereka sendiri. Apapun alasannya, segala yang berlebihan adalah tidak baik. Penggunaan hidrogen peroksida ini dapat bereaksi dengan kulit, apalagi kulit sensitif.. Vitiligo adalah gangguan kulit yang diperoleh dengan hilangnya pigmen kulit asli,akibat pengunaan ekstrim dari hidrogen peroksida ini.

Jadi, sebenarnya penggunaan hidrogen peroksida diperbolehkan, namun yang harus dihindari adalah  jumlah pemakaian yang berlebihan dan komsumsi dalam jangka waktu panjang.

Analisis eksistensi hidrogen peroksida ini dapat dilakukan dengan menggunakan titrasi dan gas kromatografi.

Bahaya 1,4 Dioxane dalam Kosmetik

Banyak sekali kosmetik yang mengandung zat kimia sintetik bersifat karsinogenik yang beredar di masyarakat umum. Salah sat zat kimia sintetik berbahaya yang banyak dikomsumsi masyarakat tanpa disadari  adalah 1,4 dioxane.

Sebenarnya, 1,4 dioxine digunakan dalam industry elektronik, metal finishing, pestisida, kertas, dan lain-lain. Namun seringkali 1,4 dioxane ini disalahgunakan sebagai pemutih dan pencerah dalam pelembab kulit.

Penyalahgunaan 1,4 dioxane ini dapat menyebabkan efek buruk pada kesehatan. Penggunaan 1,4 dioxane ini diijinkan dengan kadar maksimum 3µg/L (ppb) atau bahkan dihindari sama sekali.

Penggunaan 1,4-dioksan terus menerus akan menyebabkan iritasi kulit dan rentan terhadap dermatitis, depresan sistem saraf pusat yang ditandai dengan sakit kepala dan pusing, jika sudah kronis dapat menyebakan kerusakan pada hati, ginjal dan saluran darah.

Kadar 1,4 Dioxane ini dapat ditentukan dengan metode analitik yang menggunakan kromatografi gas yang memiliki tingkat sensitivitas yang sangat tinggi.

Bahan Tambahan Makanan yang Dilarang Penggunaannya

Formalin

Formalin adalah nama dagang dari larutan formaldehida dalam air dengan kadar 30-40%. Formalin biasanya mengandung alkohol 10-15% yang berfungsi sebagai stabilator agar formaldehida tidak mengalami polimerisasi.

Umumnya, formalin banyak digunakan di bidang kedokteran, seperti mengawetkan mayat atau organ tubuh. Formalin biasanya juga digunakan untuk membunuh bakteri pembusuk dan mengawetkan jasad renik, seperti serangga untuk disimpan dalam museum biologi.

Kemudian formalin banyak disalahgunakan sebagai bahan pengawet makanan yang jelas berbahaya bagi tubuh manusia karena bersifat karsinogen (menyebabkan kanker), mutagen (menyebabkan peubahan sel dan jaringan tubuh). Fomalin bereaksi cepat dengan lapisan lendir saluran pencernaan dan saluran penapasan. Di dalam tubuh cepat teroksidasi menjadi asam format terutama di hati dan di sel darah merah. Hal ini ditandai dengan sakit perut akut ditandai dengan muntah-muntah, timbulnya depresi susunan saraf, atau kegagalan peredaran darah yang dapat berakhir pada kematian.

Selain karena untuk kesehatan, Peraturan Menteri Kesehatan RI No.722/Menkes/ Per/IX/88 menentukan bahwa formalin adalah salah satu bahan yang dilarang keberadaannya dalam makanan, sehingga analisis formalin menjadi sangat penting untuk dilakukan. Analisis formalin dapat dilakukan dengan metode enzimatis secara fluorimetri, HPLC, GC dan spektrofotometri. Dari semua metode yang telah disebutkan, metode spektrofotometri adalah metode yang paling direkomendasikan karena mudah dilakukan. Umumnya, prinsip yang terjadi dalam metode spektrofotometri ini adalah dengan mereaksikan formalin dengan alkanon dalam media garam asetat sehingga terbentuk senyawa kompleks berwarna kuning dan diuji pada gelombang sepanjang 410 nm.

Boraks

Boraks atau lebih dikenal dengan sebutan “bleng” merupakan kristal lunak berupa garam natrium yang mengandung unsur boron ,Na2B4O7.10H2O yang mudah larut dalam air. Boraks digunakan dalam industri non pangan, seperti industri kertas, pengawet kayu, keramik, dan gelas. Gelas pyrex yang telah banyak dikenal juga dibuat dengan campuran boraks, dengan tujuan menghaluskan permukaan gelas.

Penyalahgunaan boraks sering terjadi karena senyawa ini biasa memperbaiki tekstur, sehingga menghasilkan rupa yang bagus, lebih kenyal, dan lebih renyah. Mengkomsumsi boraks dalam makanan tidak secara langsung berakibat buruk, namun sifatnya terakumulasi dalam organ hati, otak, dan ginjal. Jika komsumsi terjadi dalam jumlah yang tinggi, boraks dapat menyebabkan apatis, sianosis, depresi, tekanan darah turun, kerusakan ginjal, koma, bahkan kematian.

Sama seperti halnya dengan formalin, selain karena untuk kesehatan, Peraturan Menteri Kesehatan RI No.722/Menkes/ Per/IX/88 menentukan bahwa boraks juga adalah salah satu bahan yang dilarang keberadaannya dalam makanan, sehingga analisis boraks menjadi sangat penting untuk dilakukan. Analisis boraks dapat dilakukan dengan menggunakan metode titrasi dan metode spektrofotometri.

Zat Pewarna

Rhodamin B (pemberi warna merah) dan metanil yellow (pemberi warna kuning) adalah pewarna yang digunakan dalam industry tekstil, plastik, cat, dan lain-lain. Zat-zat warna ini seringkali disalahgunakan untuk memberikan warna yang menarik pada makanan.

Telah terbukti bahwa rhodamin B dan metanil yellow ini dapat menyebabkan kanker, namun gejalanya tidak dapat langsung terlihat setelah mengkomsumsi. Oleh karena itu, Pemenkes RI No.235/Menkes/Per/VI/79 telah menyatakan bahwa rhodamin B dan metanil yellow dilarang digunakan di dalam makanan walaupun dalam jumlah sedikit. Analisis zat-zat pewarna dapat menggunakan metode kromatografi atau spektrofotometri.

Sumber: Teknologi Pengolahan dan Pengawetan Makanan, dll.

Masalah yang Sering Terjadi dalam Pembuatan Keju

Memang akan sangat mengecewakan apabila kita membuat keju dalam kuantitas besar dan pada akhirnya kita menemukan ada sesuatu yang salah dengan keju yang kita buat, padahal kita telah mengikuti prosedur pembuatannya dengan sebaik-baiknya. Semua kerja keras, waktu dan bahan baku terbuang sia-sia. Anda harus ingat bahwa semua pencipta keju terbaik di dunia membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mempelajari seni pembuatan keju, bukan hanya dalam semalam. Prosedur pembuatan keju ini adalah prosedur yang sangat kompleks di mana satu variabel akan mempengaruhi variabel lainnya.

Beberapa masalah yang paling umum dalam pembuatan adalah tingkat kepahitan keju yang terlalu tinggi. Kepahitan dapat disebabkan oleh beberapa bakteri yang tidak diinginkan yang akan menghasilkan asam-asam pahit setelah mengkonsumsi protein susu di dalam keju. Hal ini dapat dihindari dengan menjaga lingkungan pembuatan keju tetap higienis dan menjaga peralatan tetap steril. Semua peralatan harus dicuci secara teratur dengan asam tertentu dan diperiksa secara rutin agar dapat terindikasi jika terjadi kontaminasi. Penyebab lainnya adalah penggunaan rennet dan asam yang berlebih. Penggunaan rennet perlu dikontrol dan sumber rennet sendiri perlu diuji dalam skala kecil karena karakteristiknya dapat berubah-ubah.

Rasa keju yang terlalu asam disebabkan oleh kelembaban yang terlalu tinggi ketika proses pematangan dan pengasaman keju. Mengurangi jumlah air dan menggunakan rennet dengan kadar yang tepat dalam proses pembuatan keju dapat membantu meminimalisasi keasaman ini.

Keju yang kurang rasa terjadi karena less aging, produksi asam yang terlalu rendah, dan kurangnya penggunaan garam. Jika Anda menemukan masalah saat koagulasi dadih, maka kualitas atau kuantitas dari rennet dan asam lemon perlu ditingkatkan. Jika rennet tidak bekerja sama sekali, pastikan penambahan rennet dilakukan pada suhu yang tepat, dan jika ternyata rennet masih belum bekerja juga, tambahkan zat warna sebelum menambahkan rennet.

Jika keju yang dihasilkan sangat kering, maka itu adalah kesalahan pada proses produksi seperti rendahnya kualitas atau kuantitas rennet yang digunakan, ukuran potongan dadih yang dibuat terlalu kecil, dan suhu proses dinaikkan terlalu tinggi dalam waktu yang sangat singkat. Penanganan dadih saat agitasi adalah penting, di mana potongan-potongan kecil akan mungkin diproduksi berlebihan pada saat diagitasi.

Terkadang kita menemukan hasil keju yang membengkak dan penuh dengan lubang-lubang kecil tampak seperti spons. Itu terjadi akibat ragi atau infeksi bakteri koliform. Keduanya dapat disebabkan dari permukaan yang tidak bersih, tidak menutupi susu selama proses koagulasi dan pematangan. Infeksi dapat dengan mudah teridentifikasi. Ragi yang baik akan memberikan bau keju yang harum namun berbeda dari harum roti beragi. Namun jika keju telah terinfeksi koliform, keju akan memberikan bau yang sangat aneh. Setelah keju terinfeksi dengan koliform, tidak ada yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi keju terinfeksi tersebut, selain membuang keju itu dan mengambil langkah untuk mencegah infeksi di pembuatan keju berikutnya. Bersihkan semua permukaan di dapur dengan larutan pemutih encer dan pastikan Anda menutupi susu Anda selama waktu pematangan dan koagulasi. Hal ini akan sangat melindungi keju dari infeksi bakteri koliform.

Limbah Industri Olahan Susu

Industri pengolahan susu melibatkan bahan baku susu murni menjadi produk konsumen seperti susu, mentega, keju, yoghurt, susu kental, susu kering (susu bubuk), dan es krim, menggunakan proses seperti chilling (pendinginan), pasteurisasi, dan homogenisasi. Produk-produk khusus termasuk buttermilk, whey, dan turunannya.

Limbah susu mengandung gula terlarut dan protein, lemak, dan mungkin residu dari aditif. Parameter –parameter penting yang harus diperhatikan dalam dairy industry adalah:
a. BOD dengan rata-rata berkisar 0,8-2,5 kilogram per metrik ton (kg/t) susu dalam limbah yang belum ditreatment
b. COD yang biasanya sekitar 1,5 kali kadar BOD
c. Total padatan tersuspensi di 100-1,000 miligram per liter (mg/l)
d. Total padatan terlarut fosfor (10-100 mg/l), dan nitrogen (sekitar 6% dari tingkat BOD).

Produksi krim, mentega, keju, dan whey adalah sumber utama dari BOD dalam air limbah. Pada umumnya, beban limbah dari konstituen susu adalah sebagai berikut : 1 kg lemak susu setara dengan 3 kg COD ; 1 kg laktosa setara dengan 1,13 kg COD; dan 1 kg protein setara dengan 1,36 COD kg. Air limbah dapat mengandung zat patogen dari bahan yang terkontaminasi atau proses produksi. Susu sering menghasilkan bau dan debu (dalam beberapa kasus) yang perlu dikontrol. Sebagian besar limbah padat dapat diolah menjadi produk lain dan produk sampingan

Pencegahan dan Pengendalian Pencemaran
Praktek pencegahan pencemaran baik di industri susu meliputi:
• Pengurangan produksi berlebihan oleh kontrol produksi yang lebih baik.
• Penggunaan kemasan sekali pakai, bukan botol yang sulit didaur ulang.
• Pengumpulan produk limbah untuk pembuatan pakan ternak
• Optimalisasi penggunaan air dan bahan kimia pembersih, resirkulasi air pendingin.
• Pemisahan limbah dari instalasi sistem sanitasi, pengolahan, dan pendinginan (termasuk kondensasi); ini memfasilitasi daur ulang air limbah.
• Gunakan kondensat untuk membersihkan, jangan air bersih.
• Hemat energi dengan menggunakan heat exchanger untuk pendinginan dan kondensasi.
• Penggunaan tekanan tinggi nozel untuk meminimalkan penggunaan air.
• Menghindari penggunaan fosfor sebagai agen pembersih.

Pemeriksaan sampel secara terus menerus dan mengukur parameter penting daalam proses produksi memungkinkan kelebihan produksi dapat teridentifikasi dan dikurangi, sehingga mengurangi beban limbah. Masalah bau masalah biasanya dapat dicegah dengan menjaga kebersihan dengan baik dan melakukan penyimpanan yang benar.

Sasaran Beban Pencemaran
Karena polutan yang dihasilkan oleh industri menimbulkan kerugian sangat besar dalam produksi, disarankan meningkatkan efisiensi produksi untuk mengurangi beban polutan.
Beban air limbah biasanya 1-2 meter kubik per metrik ton (m3/t) susu olahan. Para operator pabrik harus berusaha untuk mencapai tingkat 1 m3/t atau kurang dari sistem pengolahan limbah cair. Tingkat BOD harus kurang dari 2,5 kg/t susu, dengan target 1-1,5 kg/t. Tingkat BOD dari mentega dan produksi keju harus kurang dari 2 kg/t produk.

Teknologi Treatment
Pretreatment efluen terdiri dari screening, pemerataan aliran, netralisasi, dan flotasi udara (untuk menghilangkan lemak dan padatan), itu biasanya dilakukan dengan treatment biologis. Jika ruang, tanah atau kolam perawatan sistem tersedia, maka akan menjadi metode treatment yang sangat potensial. Sistem pengolahan biologis lainnya dapat berupa trickling filter, kontaktor biologi berputar, dan treatment lumpur aktif.
Limbah susu yang belum ditreatment ada kemungkinan dapat dibuang langsung ke sistem pembuangan kota, jika sesuai dengan persetujuan dari otoritas yang relevan.
Kontrol bau dapat diatasi dengan pembuatan ventilasi dimana keju disimpan atau meleleh. Untuk pengendalian debu di pabrik susu bubuk disediakan filter kain.

1. Emisi Udara
Bau kontrol (seperti absorber/biofilters pada sistem knalpot) harus dilaksanakan di mana diperlukan untuk mencapai kualitas bau dapat diterima bagi warga di dekatnya. Kain filter harus digunakan untuk mengontrol debu dari produksi susu bubuk di bawah 50 miligram per meter kubik normal (mg/Nm3).

2. Limbah Cair

Berikut Tabel 1 di bawah ini berisi mengenai parameter yang memegang peranan penting dalam kualitas limbah industri olahan susu.

 Tabel 1. Kualitas Limbah Industri Susu

pH memiliki pengaruh besar dalam pertumbuhan mikroba. Pengukuran tingkat keasaman ini dapat mengunakan elektroda pH yang tahan terhadap kondisi limbah itu sendiri

Penentuan BOD dan COD sangat penting untuk mengetahui tingkat pencemaran limbah yang menuju ke perairan umum. Kandungan BOD dan COD perlu diketahui agar senyawa organik dalam limbah air dapat teroksidasi melalui reaksi kimia baik yang mudah atau sukar didegradasi secara biologis . BOD dapat diukur dengan menggunakan prinsip manometrik dan respirometrik. COD dapat diukur dengan menggunakan metode spektrofotometri setelah mengalami pemanasan pada suhu dan waktu tertentu.

Total Suspended Solid (TSS) adalah salah satu parameter yang digunakan untuk pengukuran kualitas air. Penentuan padatan tersuspensi total perlu dilakukan untuk mengetahui kandungan bahan-bahan organik dan anorganik yang dapat berdampak buruk terhadap kualitas air karena mengurangi penetrasi matahari ke dalam air dan meningkatkan kekeruhan air yang menyebabkan gangguan pertumbuhan bagi organisme air. Penentuan kadar TSS dapat dilakukan dengan menggunakan metode gravimetri, spektrofotometri, atau dengan TSS meter.
Lemak dan minyak biasa ditemukan mengapung di permukaan air meskipun sebagian terdapat di bawah permukaan air. Adanya minyak dan lemak di atas permukaan air menghambat proses biologi dalam air sehingga proses fotosintesis sulit terjadi. Penentuan kadar minyak dan lemak secara akurat dapat dilakukan dengan melakukan ekstraksi atau dengan metode spektrofotometri.

Pengendalian senyawa nitrogen dan fosfor penting dilakukan karena senyawa-senyawa tersebut bersifat metabolistik. Keberadaan fosfor yang berlebihan disertai dengan keberadaan nitrogen dapat menstimulir ledakkan pertumbuhan algae di perairan yang akhirnya membentuk lapisan di atas permukaan air yang dapat menghambat penetrasi oksigen dan matahari sehingga akan mengganggu kehidupan biota air. Penentuan kadar nitrogen dan fosfor dapat dilakukan dengan menggunakan metode spektrofotometri.

Suhu mempengaruhi aktivitas dan pertumbuhan bakteri dalam limbah. Pengukuran suhu dapat dilakukan dengan menggunakan termometer biasa.

Bakteri coliform merupakan indikator mikroorganisme berbahaya di dalam air limbah. Pada umumnya, penentuan banyaknya bakteri coliform dalam limbah dapat menggunakan metode MPN.

 

Sumber:

Economopoulos, Alexander P. 1993. Assessment of Sources of Air, Water, and Land Pollution: A Guide to Rapid Source Inventory Techniques and Their Use in Formulating Environmental Control Strategies. Part 1: Rapid Inventory Techniques in Environmental Pollution. WHO/PEP/GETNET/93.1-A. Geneva: World Health Organization.

Robinson, R. K. 1986. “Advances in Milk Products.” In Modern Dairy Technology, Vol. 2. Amsterdam: Elsevier Applied Science Publishers.

World Bank. 1996. “Pollution Prevention and Abatement: Dairy Industry.” Draft Technical Background Document.
Environment Department, Washington, D.C.

Puluhan Siswa SD Keracunan Air Minum Mineral

16 Maret 2011 lalu, 30 siswa SD 02 Cakung Barat, Jakarta Timur dan seorang gurunya, harus dirawat di Rumah Sakit Pondok Kopi karena keracunan air minum dalam kemasan. Keempat siswa bahkan harus dirawat intensif karena keracunannya cukup parah.

Sedikitnya 30 siswa kelas 4 SD 02 Cakung Barat, Jakarta Timur ini kemarin menderita pusing dan mual-mual setelah sebelumnya meminum air minum dalam kemasan.

Peristiwa keracunan massal ini sempat membuat siswa dan sejumlah orangtua murid panik. Sejumlah guru dan orangtua murid segera membawa siswa-siswa tersebut ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan pertama.

Menurut Suwarni, salah satu korban yang juga guru walikelas siswa yang mengalami keracunan menuturkan peristiwa keracunan massal tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 wib. Dari 30 siswa korban keracunan, 4 siswa diantaranya terlihat mendapat perawatan intensif dan harus diinfus karena kondisinya cukup parah.

Termasuk korban Dwi Siti Nurjanah, bendahara kelas yang mengaku membeli air minum kemasan tersebut disebuah pasar dikawasan Jakarta Timur.

Hingga saat ini kepolisian Polsek Cakung masih melakukan penyelidikan kasus ini dengan membawa sampel air minuman tersebut pada Laboratorium Forensik Polri.

Menurut dokter jaga Rumah Sakit Pondok Kopi, diduga kuat air minum kemasan tersebut tercemar bakteri ekoli yang cukup tinggi kepekatannya sehingga menyebabkan keracunan.(vivanews)

Ribuan Warga China Keracunan Air Minum

Hujan lebat menyebabkan zat beracun menyusup masuk ke saluran air Chifeng, utara China.

Beberapa tahun lalu, lebih dari 2.600 warga kota Chifeng, Mongolia keracunan setelah mengonsumsi air minum terkontaminasi. Sebanyak 59 orang di antaranya dirawat di rumah sakit karena demam, diare, sakit perut, dan muntah-muntah.

Hujan lebat menyebabkan zat beracun menyelusup masuk ke saluran air Chifeng, utara China. Mata air yang terkontaminasi menyediakan air bagi 58.000 dari 4,5 juta penduduk kota itu.

Penduduk mulai melaporkan kasus diare sejak akhir pekan lalu dan dirawat di rumah sakit setempat.

Meski pemerintah China telah berupaya mengurangi polusi air, masalah seperti hujan asam akibat polusi industri di atmosfer masih mengganggu. Air keran di China tidak aman untuk dikonsumsi langsung dan harus dimasak sebelum diminum.

 

Kualitas Air Minum

Persyaratan kualitas air minum di Indonesia ditentukan berdasarkan ketetapan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/ Menkes / PER / IV/ 2010 sesuai dengan yang tercantum di Tabel 1.

Tabel 1. Persyaratan Air Minum di Indonesia

Berikut ini kita akan membahas tentang pentingnya penentuan parameter-parameter kimia di dalam air minum dan metode-metode yang direkomendasikan untuk penentuan kadar parameter-parameter kimia tersebut.

1. Besi

Kadar besi dalam tubuh yang berlebihan dapat menimbulkan penyakit hemakromatosis, yaitu tubuh menyerap dan menyimpan terlalu banyak besi yang dapat menyebabkan gagal jantung, hati, dan pankreas. Selain itu, besi dapat memicu pertumbuhan bakteri yang dapat menyebabkan lendir pada sistem perpipaan, sehingga menyumbat sistem perpipaan. Selain itu, kadar besi yang berlebihan menimbulkan bau pada air minum dan memberikan warna kekuning-kuningan sehingga membuat penampilan air menjadi kurang baik.

Kandungan besi dapat diukur dengan menggunakan AAS dengan metode spektrofotometri.

2. Kesadahan

Sebenarnya kesadahan tidak memiliki keluhan secara langsung dalam komsumsi air minum, namun kesadahan dapat menyebabkan scaling sehingga diameter pipa menjadi kecil dan selanjutnya mengakibatkan distribusi airpun menjadi kecil.

Kadar kesadahan dapat ditentukan dengan metode titrasi.

3. Klorida

Klorida ini adalah senyawa halogen klor. Tingkat toksisitasnya tergantung pada gugus senyawanya. Seperti NaCl tidak beracun, berbeda dengan karboksil klorida sangat beracun. Di Indonesia, klor digunakan sebagai disinfektan dalam penyediaan air minum. Dalam jumlah banyak, klor dapat menyebabkan korosi pada sistem perpipaan penyediaan air panas

Sebagai disinfektan, sisa klor dalam penyediaan air sengaja dipertahankan pada konsentrasi 1mg/L untuk mencegah terjadinya rekontaminasi oleh mikroorganisme, tetapi klor ini dapat terikat dengan senyawa organik yang bersifat karsinogenik, sehingga akan lebih baik jika penggunaan klor sebagai disinfektan dihindari.

Kadar klorida dapat ditentukan dengan menggunakan metode titrametri.

4. Mangan

Mangan bersifat racun yang dapat menyerang saraf sehingga menyebabkan sindrom parkinson pada orang lanjut usia. Mangan yang berlebih memberikan warna kehitaman pada air minum. Sedangkan, sama halnya dengan besi, mangan juga dapat memacu pertumbuhan bakteri yang menimbulkan lendir pada perpipaan.

Kadar mangan dapat ditentukan dengan dengan metode AAS atau spektrofotometri.

5. Seng

Kadar seng yang berlebihan dapat menyebabkan keracunan dengan gejala demam, pusing, mual, diare dan kelelahan.

Penentuan kandungan seng dalam air lebih disarankan dengan menggunakan metode AAS, namun metode spektrofotometri juga dapat menjadi alternatif yang disarankan.

6. Sulfat

Kadar sulfat berlebihan yang dikomsumsi dalam tubuh dapat menyebakan diare akut. Penentuan kadar sulfat dilakukan dengan metode spektrofotometri.

7. Tembaga

Untuk jangka pendek, kadar tembaga yang berlebihan menyebabkan gangguan percernaan seperti mual dan muntah. Untuk jangka panjang, kadar tembaga yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal.

Penentuan kandungan tembaga lebih disarankan dengan menggunakan metode AAS, namun metode spektrofotometri juga dapat menjadi alternatif yang disarankan.

8. Klorin

Klorin yang berlebih dapat menimbulkan rasa dan bau pada air sehingga dapat mengurangi estetika dan visual air.

Klorin dapat ditentukan dengan menggunakan metode spektrofotometri atau dengan metode titrametri.

9. Amonium

Selain menimbulkan bau , jika kadar amonium terlalu tinggi dalam air minum akan menyebabkan gangguan pencernaan seperti muntah. mual, dan diare.

Kadar amonium dapat ditentukan menggunakan ISE probe.

10. Arsenik

Kehadiran arsenik dalam air ini tidak berwarna dan tidak berasa. Dalam jangka pendek, komsumsi arsen berlebih dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan percernaan, mati rasa pada tangan dan kaki, kelumpuhan parsial, dan kebutaan. Dalam jangka panjang, kadar arsen yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kanker paru-paru, kandung kemih, dan ginjal.

Kadar arsenik dapat ditentukan menggunakan metode AAS.

11. Fluorida

Fluorida yang berlebihan dalam tubuh dapat merusak jaringan tulang, sehingga tulang mudah keropos, patah, bahkan hancur.

Kadar fluorida ditentukan dengan menggunakan spektrofotometer.

12. Krom Heksavalen

Kandungan krom heksavalen yang berlebihan dalam air minum dapat menyebabkan gangguan hati, ginjal, peredaran darah, dan jaringan saraf.

Penentuan kandungan krom heksavalen lebih disarankan dengan menggunakan metode AAS, namun metode spektrofotometri juga dapat menjadi alternatif.

13. Kadmium

Dalam jangka pendek, komsumsi kadmium berlebihan dapat menyebabkan mual, muntah, diare, produksi air liur yang berlebihan, kejang-kejang, dan gagal ginjal. Untuk jangka panjang, kadmium menimbulkan kerusakan fatal pada dara, ginjal, hati, dan tulang.

Kandungan kadmium dalam air ditentukan dengan metode AAS.

14. Nitrat / Nitrit

Dalam jangka pendek, terutama pada bayi, kadar nitrat/nitrit yang berlebihan sangat berbahaya. Gangguan serius pada bayi ini terjadi karena konversi nitrat menjadi nitrit pada tubuh sang bayi yang mengganggu distribusi oksigen dalam darah. Ini akan langsung menjadi akut dalam sekejap dalam sehari. Gejala mencakup sesak napas dan kebiru-biruaan pada kulit.

Dalam jangka panjang, nitrat dan nitrit menyebabkan potensi efek seumur hidup, seperti diuresis, peningkatan penyimpanan tepung, dan pendarahan pada limfa.

Kadar Nitrat dapat ditentukan dengan metode ISE Probe. Untuk kadar nitrit dapat ditentukan dengan menggunakan metode spektrofotometri. Alternatif lain yang mungkin dapat digunakan adalah test strip.

15. Sianida

Dalam jangka pendek, komsumsi sianida berlebihan dapat menyebabkan napas cepat dan tremor (gemetar parah). Untuk jangka panjang. Kadar sianida yang berlebihan dapat menyebabkan kehilangan berat badan, kerusakan tiroid, dan kerusakan saraf.

Penentuan kadar sianida lebih disarankan dengan menggunakan distilasi. Metode alternatif yang mungkin dapat digunakan adalah metode spektrofotometri.

16. Timbal

Apabila timbal terhirup atau tertelan oleh manusia di dalam tubuh, ia akan beredar mengikuti aliran darah, diserap kembali di dalam ginjal dan otak, dan disimpan dalam tulang dan gigi. Timbal yang terserap oleh anak, walaupun dalam jumlah kecil, dapat menyebabkan gangguan pada fase pertumbuhan fisik dan mental yang kemudian berakibat pada fungsi kecerdasan dan kemampuan akademik. Dalam jumlah banyak, anak akan berperilaku semakin agresif, kurang konsentrasi, bahkan menyebabkan kanker.

Penentuan kadar timbal lebih disarankan dengan menggunakan metode AAS (AAS, Bucksci). Metode alternatif yang mungkin dapat digunakan adalah metode spektrofotometri.

17. Raksa

Raksa merupakan senyawa yang sangat berbahaya, karena sangat mudah diserap oleh darah dalam tubuh. Raksa yang dapat menyebabkan kerusakan saraf, dengan gejala seperti kegugupan, kemampuan penglihatan dan pendengaran berkurang drastis, dan kesulitan dalam mengingat. Pada anak-anak, raksa mudah diserap oleh sistem saraf yang kemudian dapat menghambat perkembangan otak, bahkan menyebabkna kerusakan otak, terutama pada janin

Penentuan kadar raksa lebih disarankan dengan menggunakan AAS. Metode alternatif yang mungkin dapat digunakan adalah metode spektrofotometri.

18. Selenium

Dalam jangka pendek, kelebihan selenium dalam tubuh menyebabkan kerontokan rambut, kehilangan kuku, kelelahan dan emosi labil. Dalam jangka panjang, penumpukan selenium dapat menyebabkan kerusakan, ginjal, hati, saraf, dan peredaran darah.

Penentuan kadar selenium ditentukan dengan metode AAS.

Selanjutnya, kita akan membahas tentang pentingnya penentuan parameter-parameter fisika di dalam air minum dan metode-metode yang direkomendasikan untuk penentuan kadar parameter-parameter fisika tersebut

1. pH

Selain mempengaruhi rasa dalam air, pH juga mengidentifikasi kehadiran dari senyawa kimia dan mikroba tertentu. Penentuan pH dapat menggunakan pH meter.

2. Bau dan Rasa

Untuk mengetahui bau dan rasa, penentuan dapat dilakukan dengan metode organoleptik.Uji organoleptik atau uji sensori merupakan cara pengujian dengan menggunakan indera manusia sebagai alat utama untuk pengukuran daya penerimaan terhadap produk. Pengujian organoleptik mempunyai peranan penting dalam penentuan kualitas. Pengujian organoleptik dapat memberikan indikasi kebusukan, kemunduran mutu dan kerusakan lainnya dari produk.

3. Warna

Warna pada air minum akan memberikan kesan visual yang baik bagi konsumen. Warna dapat ditentukan dengan metode spektrofotometridan turbidimeter.

4. TDS

TDS akan memberikan warna pada air minum dan mengganggu pencernaan. TDS dapat ditentukan dengan mengggunakan konduktivitas meter dengan probenya.

5. Kekeruhan

Kekeruhan akan memberikan warna pada air minum dan berpotensi mengganggu pencernaan. Kekeruhan dapat ditentukan dengan menggunakan turbidimeter.

 

Limbah Bir Bisa Jadi Sumber Energi

Peneliti dari Industri Projek Biomassa di Jerman, Wolfgang Bengel, mengemukakan inovasi baru untuk mengubah limbah dari pengolahan bir dan memanfaatkannya sebagai sumber energi.

Satu masalah besar yang dihadapi industri tempat pembuatan bir sepanjang waktu adalah ratusan ton butir gandum yang tersisa di akhir proses brewing (pemasakan bir). Biasanya, butiran gandum itu dijual kepada para petani yang lantas menggunakannya sebagai pupuk bagi ladang mereka.

“Kita sudah sampai pada kondisi di mana sekarang ini industri bir perlu membayar untuk pembuangan dan pengolahan limbah tersebut,” ungkap Bengel. Ia kemudian menangkap peluang bisnis sekaligus jalan keluar atas masalah ini.

Perlu diketahui sebelumnya, ada energi intensif serta masif dikeluarkan dalam proses brewing. “Bayangkan saja. Anda mendidihkan sesuatu, dengan air panas dan uap, dan mendinginkannya dengan menggunakan tenaga listrik, sebanyak apa energi yang dikeluarkan?!” jelas Bengel.

Biji gandum basah bersama air kotor yang dimasukkan ke dalam fermentor, akan bercampur bakteri tertentu. Bakteri berfungsi memecah senyawa organik dan memproduksi metana. Biogas dialirkan ke luar fermentor lalu dipanaskan untuk merebus air, hasilnya adalah uap bertekanan tinggi yang nantinya dapat dipergunakan menggerakkan kincir-kincir turbin pemasok energi.

Bengel menekankan, dengan mengaplikasikan proses sebagaimana disebutkan di atas, akan terjadi efisiensi energi yang sangat signifikan. “Sebesar hampir 70 persen dari total energi yang dikeluarkan di dalam pembuatan bir bisa kembali,” katanya yakin.

Beredarnya Alkohol Palsu Berbahaya

Kekhawatiran atas Beredarnya Alkohol Palsu yang Berbahaya di Inggris

Di Inggris, muncul peringatan bahwa banyak alkohol palsu dijual yang mengandung bahan berbahaya. Trading Standards Institute (TSI) mengatakan orang harus berhati-hati ketika membeli alkohol selama Natal. Para pejabat mengatakan mereka sangat prihatin mengenai jumlah botol palsu yang tidak berijin yang ditemukan dijual di Inggris.

Di beberapa daerah juga ditemukan ribuan liter alkohol ilegal dalam beberapa bulan terakhir. Seringkali bir mengandung bahan kimia yang digunakan dalam produk pembersih dan para ahli khawatir jika mengkomsumsi bir tersebut dapat menyebabkan kematian.

Di bagian tengah Inggris, dilakukan penggerebekan selama 1 minggu dan diperoleh lebih dari 2.000 botol bir palsu pada bulan November 2011. Angka yang nyaris serupa juga ditemukan di daerah lain. TSI mengatakan bahwa sulit untuk benar-benar menemukan semua bir palsu yang telah bersedar luas dan kepala eksekutif TSI, Ron Gainsford, mengatakan situasi ini semakin memburuk.

The Food Standard Agency (FSA) mengatakan bahwa mereka sangat khawatir karena peminum-peminum ini mempertaruhkan kesehatan mereka dengan mencoba untuk menghemat uang dengan membeli bir tiruan yang murah. Diduga 1 botol bir hanya membutuhkan biaya sekitar £ 6.

Bahan Kimia Berbahaya

Amy Baskerville adalah mahasiswa dari Bristol. Bulan lalu dia membeli bir yang dia pikir lebih murah dari harga pada umumnya. “Kami mengendus harum dari bir ini dan biasanya bir memiliki aroma alkohol yang kuat tapi ini hanya berbau seperti penghilang cat kuku.” Amy mengatakan bahwa pada hari berikutnya dirinya dengan teman-temannya merasa sakit, lalu mereka segera menghubungi Standar Perdagangan yang biasa melakukan tes kualitas sebelum barang beredar di kalangan masyarakat. “Kami diberitahu bahwa bir yang kami minum mengandung kloroform, aseton dan isopropil alkohol di dalamnya.”

Di awal tahun 2011, di Boston Lincolnshire lima orang tewas dalam sebuah ledakan di sebuah garasi akibat membuat membuat vodka ilegal. Dr Vikas Sodiwala adalah seorang konsultan dalam pengobatan gawat darurat di rumah sakit Lincoln County. Dia menjelaskan bahwa perlunya meningkatkan kesadaran banyaknya alkohol terlarang yang beredar di luar sana di luar sana, Sodiwala juga menegaskan “Hal terburuk adalah jika Anda minum terlalu banyak hal ini, Anda bisa mendapatkan gagal ginjal, Anda bisa mendapatkan gagal hati. Dengan metanol, khususnya, dapat menyebabkan kebutaan